Mudik Deh ke Jepara
Mudik Deh ke Jepara
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya
Pagi hari ini bersama ummi pulang ke Jepara rindu tanah kelahiran. Di Jepara tepatnya di desa Tubanan, Kecamatan Kembang kurang lebih 50 tahun yang lalu saya dilahirkan. Merantau sudah menjadi bagian hidupku mulai dari SMP, SPG, Kuliah dan sampai sekarang menetap di Yogyakarta.
Maklum sebagai orang desa untuk merubah nasib harus berani melangkah keluar. Hanya di SD saja saya menghabiskan waktu di desa kelahiranku selebihnya nya sudah keluar dari desa. Saat di SMP Muhammadiyah Bangsri saya ikut haji Benu untuk membantu dagang. Pagi ikut berdagang dan siang hari sampai sore sekolah begitulah hari-hari yang saya jalani waktu di SMP Muhammadiyah Bangsri. Selepas dari SMP Muhammadiyah Bangsri melanjutkan ke SPG Negeri Kudus. Di SPG ini selama 3 tahun full sepeda Jengki. Kalau saat sekarang ini Vivo sepeda untuk kesehatan sejak sekian puluh tahun yang lalu sepeda menjadi pilihan wajib pulang pergi sekolah.
Dari SPG kemudian sempat di rumah selama 1 tahun mengabdi di SD Negeri 5 tubanan. maklum pada saat itu mendaftar kuliah mengambil jurusan bahasa Jawa di IKIP Semarang tidak diterima sehingga cukup dirumah saja sambil menjadi guru tidak tetap yang pada waktu itu mendapat gaji kurang lebih rp12.000 per bulan. lumayan bisa untuk beli sandal neckerman dari pasar malam Semarang.
Setahun berikutnya mencoba untuk ikut sipenmaru mengambil program studi PPKN IKIP Yogyakarta. Alhamdulillahirobbilalamin akhirnya bisa diterima dan kuliah di Yogyakarta. selama Kuya pun hampir setiap saat dipinjami sepeda ontel untuk jalan-jalan di sekitar Jogjakarta. Selesai kuliah tahun 1994, dapat pekerjaan juga 94, menikah juga 94.
Seiring dengan perkembangan waktu diberi kesempatan juga untuk kuliah gratis S2 di UGM, mengambil program studi magister perencanaan kota dan daerah di fakultas teknik arsitektur UGM. Alhamdulillah kuliah ini pun selesai di tahun 2008. Soalnya pada tahun 2000 pernah kuliah juga S2 di IKIP Yogyakarta, tinggal mengerjakan tesis tapi tidak dikerjakan sehingga ndak sempat ikut wisuda. Alhamdulillah akhirnya ijazah S2 nya diganti di UGM gratis' full bea siswa dari Kemendikbud via pak Gatot saat menjabat sebagai Kepala kerjasama luar negeri yang memberi kesempatan kepada guru-guru se-indonesia untuk kuliah lagi S2 di berbagai macam perguruan tinggi. terima kasih Pak Gatot yang telah memberi kesempatan kami untuk menimba ilmu di perguruan tinggi non kependidikan sehingga menambah wawasan dan pergaulan dalam membangun pendidikan di Indonesia.
Sampai saat ini saya diberi kepercayaan untuk memimpin SMK Negeri 1 Yogyakarta, yang sebelumnya petugas juga di SMK Negeri 7 Yogyakarta dan SMK Negeri 4 Yogyakarta. jadi selama kurang lebih antara tahun 1994 sampai dengan 2020 saya telah bertugas di 3 sekolah. hantu yang paling lama di SMK Negeri 4 Yogyakarta hampir 20 tahun mengabdi menjadi pendidik di sana. sedangkan di SMK Negeri 7 Yogyakarta hanya mampir sebentar tapi hanya 6 bulan menjadi kepala sekolah di situ dan akhirnya dipindahkan di SMK Negeri 1 Yogyakarta bertahan sampai dengan sekarang.
Nah guys itulah sekelumit perjalanan hidupku guys anak desa yang merantau ke kota dan bertahan di kota dan saat ini kita rindu tanah kelahiran mudik ke Jepara bersama belahan Jiwa.
Kampung kopi Banaran 17 Oktober 2020 pukul 11.58 WIB
Komentar
Posting Komentar