Zig zag menaklukkan jalan Mendaki
Zig zag menaklukkan jalan Mendaki
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya
Pernahkah guys merasakan ketika mengendarai sepeda saat jalan menanjak terasa berat??Nafas ngos-ngosan?? Pasti jawabannya adalah pernah.
Sebagaimana yang saya lakukan tadi pagi saat menyusuri tanjakan ke arah Goa Jepang Pundong Bantul, saat menanjak pun rasanya semakin berat dan nafas pun menjadi ngos-ngosan. Terus saya coba melakukan tidak lagi menanjak secara lurus tetapi saya coba untuk menjalankan sepeda secara zigzag. Dan hasilnya ternyata guys terasa lebih ringan dan nafas pun bisa diatur kembali sehingga lebih stabil. Cuma kelemahannya kalau jalannya zig zag saat situasi jalan baru rame maka sangat berbahaya ya bisa terjadi kecelakaan, sehingga jalan seperti ini pun harus memperhatikan situasi dan kondisi yang ada di jalan itu sendiri.
Tentu di samping jalannya zig zag pastikan speed sepeda Anda memadai. Sepeda thrillku Ravaga 3.0 cukup memadai dengan speed 10, gear depan single dan gear belakang yang paling besar 46, ternyata mampu melampaui tanjakan-tanjakan secara mulus dan sukses seperti yang terjadi pagi tadi sepeda ini telah sukses menyusuri tanjakan sepanjang menuju ke Goa Jepang.
Jalan oke, sepeda oke, yang lebih penting lagi adalah fisik guys. Tidak ada yang instan semuanya perlu latihan. Habit is power, kebiasaan adalah kekuatan. saya sendiri untuk menyiapkan di berbagai medan tanjakan yang berat maka saya lakukan latihan sepedaan kurang lebih selama 20 hari saat puasa kemarin. Hampir setiap pagi saya melakukan sepedaan, sore kadang-kadang, dan malam juga kadang-kadang. Latihan yang rutin seperti itu ternyata membawa hasil yang luar biasa guys. Saya coba taklukkan tanjakan Bibis sukses juga, tanjakan Metes juga sukses, tanjakan Beji juga ok, tanjakan di depan LP juga ok, tanjakan di Watu Bedug juga ok. Dan tesnya kemarin kita coba menyusuri tanjakan ke Hutan Pinus Dlingo juga sukses dan hari ini kita menyusuri tanjakan ke Goa Jepang juga Joss.
Jadi tidak ada yang instan ya guys, srmuanya perlu berlatih dan berlatih yang akhirnya menjadi kebiasaan puncaknya kebiasaan menjadi kekuatan. Selamat mencoba.
Salam menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas hidup terasa lebih bermakna.
Bantul 27 Mei 2020 pukul 18.19

Komentar
Posting Komentar