Odessy Keliling Persawahan
Odessy Keliling Persawahan
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya
Sore hari ini cuacanya cukup cerah, ku keluarkan Odessyku untuk berkeliling ke area persawahan. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Odessyku sampai di area persawahan. Kustandarkan Odysseyku kuambil smartphone jepret jadilah gambar Odyssey ku menyatu dengan sawah.
Ya suasana persawahan yang saya lewati pada sore hari ini sedang musim tandur. Benih padi yang masih usia muda ditanam di tanah yang sudah dibajak oleh traktor. Masih ada beberapa orang yang sedang menanam padi dengan cara ber tandur. Bertanam sambil mundur itulah guys aktivitas dari dulu sampai sekarang masih dikerjakan dengan cara manual. Hanya saja sekarang supaya tandur nya lebih rapi maka menggunakan ukuran yang terbuat dari bambu. Sebatang bambu dijadikan pedoman untuk menempatkan titik-titik benih padi yang ditanam di sawah.
Sesederhana itu guys menanam padi tapi hasilnya bisa kita nikmati bersama. Betapa besar jasa para petani yang telah membajak sawahnya dan menghasilkan produksi padi untuk suplai makanan pokok baik secara regional maupun nasional. Mereka rela berlumpur - lumpur menggarap sawahnya dengan penuh keikhlasan. Mereka rela berbulan-bulan menunggu hasilnya untuk dijadikan makanan pokok untuk dirinya sendiri maupun dijual untuk kebutuhan yang lain.
Padi yang mentes biasanya tunduk ke bawah guys. Tetapi bila ada tanaman padi kok terus ke atas tumbuhnya tandanya gabuk atau tidak berisi. Filosofi ini ternyata sangat universal guys, mengandung ajaran yang sangat mulia semakin berisi semakin menunduk. Sebaiknya juga kita guys semakin berumur seyogyanya semakin memperbanyak amal. Setuju kan guys ?? Pasti setuju tunggu apa lagi berlomba-lombalah dalam kebajikan ...ya guys tapi kalau mau sehat.. Bersepedalah.
Salam menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas hidup terasa lebih bermakna.
Bantul 1 Juni 2020 pukul 17.06 WIB.
#Selamat Hari Lahir Pancasila

Komentar
Posting Komentar