Gowes ke Hutan Pinus
Gowes ke Hutan Pinus
Oleh : Elyas
SMK Negeri 1 Yogyakarta (Skaoneta)
Berkualitas, berkarakter, berakhlak dan berbudaya
Gowesku pagi ini sebenarnya hanya tipis-tipis saja ke Home stay Pajangan Bantul. Akan tetapi saat selesai sarapan soto di daerah Sendang Sari melintas lah Mas Antok naik sepeda kesayangannya, jadilah kami berdua gowes menuju ke pajimatan Imogiri Bantul.
Sampai di pajimatan Imogiri Bantul, ternyata sepeda kami berdua belok ke kanan ke arah Dlingo. Tanjakan pun segera dimulai guys. Jalan ke arah Dlingo ini memang penuh dengan tanjakan yang tajam dan berkelok. Perlahan dan pasti kami berdua bisa melewati tanjakan ini dengan sukses dan berhenti di Bukit Bego. Kami berdua sempatkan untuk selfie di bukit ini sambil sesekali menikmati ayat-ayat kauniyah. Bukit Bego dengan patung Semar nya ini berdiri kokoh di atas bukit dan bisa melihat pemandangan di sekitarnya yang sangat eksotis.
Setelah puas berselfie ria di Bukit Bego kami pun melanjutkan tanjakan berikutnya. Ehm semakin lama tanjakannya semakin tinggi dan berkelok-kelok, tenaga ekstra pun kita keluarkan. Untung kita pakai sepeda Thrill ravage 3. Sepeda ini sangat cocok untuk di jalan tanjakan. Gear belakang saya kasih yang paling besar 46 mata gear. Meskipun perlahan dan merambat akhirnya satu persatu tanjakan itu bisa kita lewati dengan mulus.
Sampailah kita pada pertigaan kalau lurus ke hutan pinus dan belok kanan ke arah Mangunan, Dlingo. Kami pun memutuskan untuk lurus terus dan jalannya semakin mendaki juga. Suasana di pagi hari tambah syahdu dengan turunnya kabut. Setelah melalui beberapa tanjakan, akhirnya kita sampai ke hutan pinus. Tidak lupa di hutan ini kami berdua pun mengabadikannya dengan smartphone supaya tidak dikira hoax. Ke hutan pinus mengendarai sepeda motor atau kendaraan roda empat sudah hal yang biasa akan tetapi ke hutan ini dengan mengendarai sepeda itu yang luar biasa. Keringat bercucuran di mana-mana menandakan bahwa kita masih sehat. Akhirnya puncak bukit Pinus ini pun terlampau juga dan saat nya jalan berturun ria.
Mentari pagi ini memang belum tampak karena sepanjang perjalanan selalu ada kabut yang menyelimuti. Udara tetap seger ...dan sampai juga di Bukit Bicici, salah satu bukit yang pernah di kunjungi oleh Omaba Mantan orang no. 1 AS. Di bukit ini pun kami sempatkan berfoto ria.
Perjalanan belum selesai guy..kita terus ke utara tibalah di pertigaan. Kalau lurus ke Pathuk arah kanan ke Playen dan kiri ke Wonolelo Pleret. Kami Pun ambil ke kiri yang sering di sebut dengan jalan Cino Mati. Wow
...jalannya super keren turun tajam dan berkelok. Sepeda ku pun meluncur dengan cepat. Sesekali saya rem...sesekali saya lepas...asyik...deh.
Tidak terasa akhirnya kita sampai di Pleret..Jejejeran...Stadiun Pacar...kembali ke Puspa Indah.
Sungguh petualangan yang menyenangkan di pagi hari ini bersama mas Antok..hasilnya langsung di panen tunai, badan lebih sehat dan fresh.
Salam menemu baling menulis dengan mulut dan membaca dengan telinga.
Indahnya berbagi tulisan tanpa batas hidup terasa lebih bermakna.
Bantul 26 Mei 2020 pukul 13.15 WIB.






Kapan kita ulangi lagi...brgkt lebih pagi lagi..# semangat.
BalasHapus